Entri Populer

Minggu, 21 November 2010

KERJASAMA PROYEK

D. Mekanisme Kerjasama Proyek

1.Proyek yang dapat dikerjasamakan pelaksanaannya bisa proyek pemerintah (APBN atau APBD) dan Proyek Swasta
2.Pendanaan berdasarkan Rencana Anggaran Proyek (RAP)
3.Sistem kerjasamanya adalah bagi hasil atau profit sharing dengan sharing 60 %: 40%, dimana 60% adalah sharing Investor dan 40% adalah sharing pelaksana atau pengelola proyek
4.Mekanisme pelaksanaan dan pengelolaan proyek adalah manajemen bersama
5.Minimal nilai proyek yang bisa dikerjasamakan adalah Rp. 100 milyar

Persyaratan Pinjaman :

1.Proyek-nya harus feasible dan profitable
2.Surat Permohonan
3.Project Proposal
4.Company Profile beserta perijinan yang masih berlaku
5.Foto lokasi project dan rancangan proyek
6.Bank Penjamin

Skema Pendanaan :

1.Projector atau Pemohon menyediakan biaya Guarantor / Penjamin

Nilai Pinjaman (Rp.)
100 M s/d 300 M : Biaya Guarantor Rp.50 Juta
> 300 M s/d 500 M : Biaya Guarantor Rp.75 Juta
> 500 M : Biaya Guarantor Rp.100 Juta

Komponen Biaya Guarantor / Penjamin
-Biaya mendatangkan & mempertemukan Investor Dalam dan Luar Negeri
-Biaya mencari/mendatangkan dana Bank Lokal dan Bank Asing
-Komunikasi Lokal dan Interlokal (SLI + Fax + Internet + Email)
-Jasa Kurir pengiriman dokumen Lokal dan Internasional
-Scaning + Printing + Fotocopy Dokumen dan Terjemah

2.Verifikasi serta Due Diligence Company Profile dan Project Proposal
3.Terbit Agreement setelah verifikasi dan analisa
4.Investor akan menerbitkan 4 jaminan (guarantee)
Bank Guarantee
Personal Guarantee
Payback Guarantee
Buyback Guarantee
5.Projector atau Pemohon Pinjaman harus melengkapi semua dokumen asli yang diperlukan untuk pencairan dana
6.Setelah dokumen asli lengkap dan 4 guarantee terbit, maka Investor akan segera mencairkan dana dalam bentuk dana kerjasama proyek

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar